MADURA SATU | PAMEKASAN - Keberadaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Galaxy di Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, dikeluhkan warga.

Bau menyengat yang diduga berasal dari aktivitas dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut bahkan terasa hingga ke ruang perawatan Puskesmas Larangan Badung.

Keluhan tersebut disampaikan Solihin, salah seorang warga setempat yang saat itu tengah menjaga anggota keluarganya yang menjalani perawatan di puskesmas tersebut.

Menurut Solihin, aroma tidak sedap itu lebih sering tercium pada malam hari. Kondisi tersebut dinilainya cukup mengganggu kenyamanan pasien dan keluarga yang sedang berada di lingkungan fasilitas kesehatan.

“Kalau siang tidak ada bau. Tapi kalau malam baunya sangat terasa sampai ke kamar pasien,” ujar Solihin kepada Madura Satu, Jumat (28/8/2026).

ADVERTISEMENT

Ia mengaku sempat menanyakan sumber bau tersebut kepada petugas kesehatan yang berjaga pada malam hari.

Dari keterangan yang diterimanya, bau tersebut diduga berasal dari aktivitas dapur MBG yang lokasinya berada bersebelahan dengan Puskesmas Larangan Badung.

“Saya sempat tanya kepada perawat yang jaga malam waktu itu sumber baunya. Katanya itu dari dapur MBG sebelah,” katanya.

Solihin menduga aroma menyengat tersebut berkaitan dengan pengelolaan limbah dari dapur MBG.

Namun, dugaan itu belum dapat dipastikan karena belum ada pemeriksaan maupun keterangan resmi dari pihak yang berwenang.

ADVERTISEMENT

“Menurut saya, bisa jadi bau itu berasal dari limbah dapur MBG yang pengelolaannya kurang baik. Kalau limbah dibiarkan atau dibuang sembarangan, tentu bisa menimbulkan bau dan mencemari lingkungan,” ungkapnya.

Menurutnya, persoalan tersebut perlu segera mendapat perhatian dari pihak terkait.

Apalagi, lokasi dapur SPPG berada berdekatan dengan puskesmas yang setiap hari memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Ini sangat mengganggu. Apalagi lokasinya di sebelah puskesmas, tempat orang sakit dan butuh kenyamanan untuk beristirahat,” tegasnya.

Ia berharap pengelola SPPG bersama pemerintah daerah dan pihak terkait segera melakukan pengecekan untuk memastikan sumber bau yang dikeluhkan warga.

ADVERTISEMENT

Selain itu, sistem pengelolaan limbah juga diharapkan dapat diperiksa agar tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan maupun aktivitas pelayanan kesehatan.

“Jangan sampai program yang tujuannya baik justru menimbulkan persoalan lingkungan bagi masyarakat sekitar,” harap Solihin.

Hingga berita ini diterbitkan, Madura Satu masih berupaya mengonfirmasi pihak pengelola SPPG Galaxy, Koordinator Wilayah MBG, maupun pihak terkait di Kabupaten Pamekasan mengenai keluhan warga tersebut. Keterangan resmi akan ditambahkan setelah pihak-pihak terkait memberikan tanggapan. (*)