Hj. Ansari menilai perlindungan terhadap perempuan harus dibangun secara menyeluruh, mulai dari keluarga, lembaga pendidikan, lingkungan kerja, ruang publik hingga penggunaan ruang digital.

Karena itu, ia mengapresiasi forum yang digelar KOPRI PMII Pamekasan sebagai bagian dari upaya memperluas edukasi dan membuka ruang diskusi mengenai perlindungan perempuan.

Ia berharap kegiatan semacam itu dapat mendorong lahirnya kolaborasi antara masyarakat, organisasi kepemudaan, lembaga pendidikan dan pemangku kebijakan untuk memperkuat langkah pencegahan serta penanganan kekerasan terhadap perempuan di Pamekasan.(*)