PAMEKASAN, MADURA SATU - Usia Indonesia telah memasuki 81 tahun kemerdekaan. Namun, bagi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Pamekasan, Andi Ali Syahbana, kemerdekaan tidak seharusnya hanya dirayakan dengan upacara, perlombaan maupun seremoni tahunan.

Menurutnya, HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia justru harus menjadi momentum untuk bertanya sejauh mana kemerdekaan benar-benar dirasakan masyarakat.

“Jangan sampai kemerdekaan hanya kita rayakan secara seremonial. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana masyarakat merasakan hasil dari kemerdekaan itu sendiri,” kata Andi.

Ia menegaskan, perjuangan generasi saat ini berbeda dengan para pahlawan yang merebut kemerdekaan dari penjajahan. Tantangan sekarang adalah mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata, pembangunan dan pelayanan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Karena itu, setiap aparatur pemerintahan dituntut tidak sekadar menjalankan rutinitas, tetapi harus mampu menghadirkan manfaat yang nyata.

ADVERTISEMENT

“Kalau dulu para pejuang mengorbankan jiwa dan raga untuk merebut kemerdekaan, maka pengorbanan kita sekarang adalah bekerja dan mengabdi sebaik-baiknya untuk masyarakat,” tegasnya.

Andi menyebut, pembangunan menjadi salah satu bentuk konkret dalam mengisi kemerdekaan. Infrastruktur, lingkungan permukiman, pelayanan publik dan berbagai program pemerintah harus diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Menurutnya, pembangunan tidak boleh hanya dilihat dari berapa banyak program yang selesai, tetapi juga dari seberapa besar manfaatnya bagi masyarakat.