"Silakan masyarakat menilai sendiri. Bukan hanya kami yang kesulitan berkomunikasi, teman-teman wartawan juga mengalami hal yang sama. Padahal, ketika persoalan sudah menjadi konsumsi publik, sudah semestinya ada penjelasan yang terbuka," ujar Wirya.

Ia mengatakan, sikap tersebut justru menimbulkan berbagai spekulasi yang seharusnya bisa dihindari apabila pihak bank memberikan penjelasan secara terbuka.

"Kalau memang tidak ada persoalan, kenapa harus menghindari konfirmasi? Kami hanya berharap BSN bersikap profesional dengan memberikan penjelasan sesuai fakta. Itu jauh lebih baik daripada membiarkan publik bertanya-tanya," katanya.

Wirya juga menyebut, menurut penilaiannya, pihak BSN terkesan "alergi terhadap wartawan" karena berulang kali tidak memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi.

"Itu penilaian saya. Ketika media ingin memperoleh keseimbangan informasi, tetapi akses untuk mendapatkan penjelasan justru tertutup, kesannya memang seperti alergi terhadap wartawan. Padahal konfirmasi adalah kesempatan bagi mereka untuk menjelaskan duduk persoalan dari versinya," ucap Wirya.

ADVERTISEMENT

Hingga berita ini diterbitkan, Pimpinan KCP BSN Pamekasan Krisno Pradiatmoko maupun Pimpinan KC BSN Surabaya Munawar Solihin belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi yang dilakukan media.***