Sistem pengaduan tersebut dibuat dalam bentuk formulir digital agar laporan yang masuk lebih lengkap dan mudah diverifikasi oleh tim pengawas.

“Data yang masuk nantinya mencakup identitas pelapor, alamat kejadian, hingga dokumentasi pendukung agar proses verifikasi lebih akurat,” imbuhnya.

Tak hanya menerima pengaduan, P3MBG Madura juga akan melakukan kajian dan penelitian terhadap setiap laporan maupun temuan lapangan yang diterima dari masyarakat.

Hasil kajian tersebut nantinya akan menjadi bahan evaluasi untuk membantu pengawasan program MBG di Madura, khususnya di Kabupaten Pamekasan.

Muhri menegaskan, lembaganya tidak dibentuk untuk menjatuhkan pihak tertentu ataupun menghambat jalannya program pemerintah.

ADVERTISEMENT

Sebaliknya, P3MBG Madura ingin menjadi mitra pengawasan yang mendorong adanya perbaikan secara berkala.

“Tujuan utama kami memastikan program MBG berjalan baik, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Pamekasan Sukriyanto menyambut positif keberadaan P3MBG Madura karena dinilai dapat memperkuat pengawasan program MBG di daerah.