Selain itu, ia juga menyoroti kebiasaan sebagian masyarakat yang masih memilih pengobatan nonmedis dalam menangani patah tulang, yang justru memperparah kondisi pasien.

“Sering kali pasien dengan kasus tulang tidak dibawa ke dokter. Akibatnya kelainan menetap dan semakin sulit ditangani,” ujarnya.

Ia berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bersama. Penguatan koordinasi antara Puskesmas, perangkat desa, dan fasilitas kesehatan rujukan dinilai penting agar masyarakat, terutama yang kurang mampu, dapat terpantau dan memperoleh layanan medis tepat waktu.

Ia berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bersama. Penguatan koordinasi antara Puskesmas, perangkat desa, dan fasilitas kesehatan rujukan dinilai penting agar masyarakat, terutama yang kurang mampu, dapat terpantau dan memperoleh layanan medis tepat waktu.