“Pemerintah harus memastikan kualitasnya. Jangan sampai makanan bantuan justru memicu penyakit,” keluhnya.

Aktivis asal Pamekasan, Khoirul Ramadhan, menilai kasus seperti ini bukan hal baru dalam pelaksanaan MBG di daerah tersebut. Ia menyoroti lemahnya pengawasan dan dugaan adanya pihak yang bermain dalam pengadaan bahan pangan.

“Kasus MBG di Pamekasan sudah berulang, mulai dari keracunan sampai menu tak layak tapi tetap dibagikan. Kalau bukan karena oknum, berarti ada unsur kesengajaan demi meraup keuntungan,” tegasnya.

“Kasus MBG di Pamekasan sudah berulang, mulai dari keracunan sampai menu tak layak tapi tetap dibagikan. Kalau bukan karena oknum, berarti ada unsur kesengajaan demi meraup keuntungan,” tegasnya.