MADURA SATU | BANGKALAN – Kepemimpinan di tengah pesatnya perkembangan teknologi tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan memberikan instruksi.

Seorang pemimpin dituntut mampu memahami manusia, membangun kepercayaan, menghargai perbedaan, serta menciptakan lingkungan yang mendorong setiap individu untuk berkembang.

Hal tersebut disampaikan Dr. Naghfir dalam kegiatan penyambutan mahasiswa baru Universitas Bahaudin Mudhary Madura (Uniba). Ia menilai, kemampuan memimpin yang berorientasi pada manusia menjadi semakin penting di tengah perubahan teknologi yang berlangsung cepat.

Menurutnya, perkembangan teknologi memang membawa berbagai kemudahan bagi organisasi. Namun, keberhasilan sebuah organisasi pada akhirnya tetap sangat ditentukan oleh kualitas manusia yang menjalankan dan mengelola teknologi tersebut.

“Teknologi boleh berkembang luar biasa cepat, tetapi manusia tidak boleh kehilangan nilai kemanusiaannya,” jelas Dr. Naghfir.

ADVERTISEMENT

Ia menegaskan, pemimpin masa depan harus mampu berjalan beriringan dengan perkembangan teknologi tanpa mengabaikan aspek kemanusiaan. Kemampuan memahami karakter, menghargai perbedaan, serta menggerakkan orang lain menjadi bagian penting dalam kepemimpinan.

“Pemimpin masa depan adalah mereka yang mampu menggunakan teknologi sekaligus tetap mampu memahami, menghargai, dan menggerakkan manusia,” imbuhnya.

Dr. Naghfir juga mengingatkan mahasiswa baru Uniba agar tidak menjadikan masa perkuliahan hanya sebagai proses untuk memperoleh gelar akademik. Menurutnya, pendidikan tinggi memiliki peran yang lebih luas dalam membentuk karakter dan kapasitas generasi muda.