MADURA SATU | BANGKALAN - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bangkalan, KH Makki Nasir, buka suara terkait viralnya video santri putri berjoget tabole dalam acara imtihan di sebuah madrasah di Kabupaten Bangkalan.

Ia menilai aksi tersebut tidak pantas ditampilkan di lingkungan lembaga pendidikan berbasis agama Islam.

Menurut Makki, pementasan joget oleh santriwati tersebut sangat disayangkan dan tidak mencerminkan nilai-nilai kesopanan yang seharusnya dijaga di institusi pendidikan keagamaan.

“Kami sangat menyayangkan kejadian tersebut,” ujar Makki dikutip dari detikJatim, Minggu (15/2/2026).

Selain menjabat sebagai Ketua MUI Bangkalan, Makki juga merupakan Ketua PCNU Bangkalan. Ia mengimbau agar seluruh lembaga pendidikan lebih berhati-hati dalam menyelenggarakan kegiatan, terutama yang berpotensi menimbulkan kontroversi di tengah masyarakat.

ADVERTISEMENT

Ia menekankan pentingnya selektivitas dalam menentukan bentuk pertunjukan atau hiburan di lingkungan sekolah, terlebih di era keterbukaan informasi saat ini.

“Kami menghimbau agar pemangku lembaga pendidikan selektif dalam berkegiatan. Apalagi sekarang era kebebasan informasi, sehingga dampaknya bisa meluas ke seluruh dunia,” tegasnya.

Meski demikian, Makki juga meminta masyarakat untuk tetap bersikap objektif dalam menyikapi video yang telah beredar luas di media sosial.