Puluhan Desa di Sumenep Rawan Kekeringan

  • Whatsapp

SUMENEP – Memasuki musim kemarau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep telah melakukan pemetaan daerah rawan kekeringan dan krisis air bersih.

Read More

Terdapat sekitar 37 desa dengan tersebar salah satunya pada Kecamatan Pasongsongan, Batuputih, Talango dan Saronggi yang berpotensi mengalami kekeringan pada musim kemarau tahun ini.

“Dari puluhan desa rawan kekeringan itu terdiri dari dua kategori. Diantaranya 10 desa masuk rawan kering kritis dan 27 desa kering langka,” kata Kepala BPBD Sumenep Abd Rahman Riadi , Jumat (24/5/2019).

Diakui, upaya penanggulangan dan mempersempit daerah terdampak kekeringan, berkoodinasi dengan instansi lain terus dilakukan seperti Dinas PU Sumber Daya Air untuk pembangunan embung. Disamping kerjasama dengan Dinas PU Cipta Karya dalam program sumur bor dan pipanisasi.

“Dikatakan kering kritis apabila jarak sumber air ke pemukiman masyarakat sebagai pemanfaat dengan jarak sampai diatas 3 kilometer. Kering langka antara 500 meter sampai 3 kilometer. Sedangkan kering terbatas itu dari 100 meter sampai 500 meter,” terangnya.

Riadi mengaku, bencana kekeringan memang menjadi langganan di Kabupaten Sumenep khususnya pada kawasan yang tidak mempunyai sumber air tanah.

“Ini yang terus kita antisipasi berkenaan dengan musim kemarau. Tapi kalau musim kemarau tahun ini lebih panjang itu berkemungkinan ada penambahan daerah terdampak,” lanjutnya.

Untuk tahun ini, meski telah dilakukan pemetaan daerah rawan namun belum ada laporan maupun pengajuan berkaitan dengan droping air bersih. Meski begitu penyiagaan petugas tetap dilakukan agar bisa bertindak cepat. (sup/ros)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *