MUI Sampang Tak Permasalahkan People Power

  • Whatsapp

SAMPANG – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sampang, KH Buchori Maksum tidak mempermasalahkan kemungkinan adanya gerakan massa atau people power pada saat Komisi Pemilihan Umum mengumumkan hasil rekapitulasi suara pemilihan presiden 22 Mei mendatang.

Read More

Kiai Buchori menegaskan bahwa gerakan massa atau people power merupakan bagian dari proses demokrasi.

“Saya kira tidak ada masalah people power selama tidak mengganggu kedaulatan bangsa, aman dan tertib, karena mereka (masyarakat) hanya menuntut haknya. Tentu itu hak masyarakat Indonesia, bukan hak negara Belanda atau Amerika,” tutur KH Buchori Maksum, Selasa (14/5/2019).

Menurut Kiai Buchori, pernyataan sikap seperti gerakan massa merupakan kebebasan berekspresi dan berpendapat yang sudah dijamin dalam Undang-Undang Dasar 1945.

“Jadi silakan saja menuntut haknya, dengan catatan tidak boleh anarkis atau harus konstitusional. Kalau niatnya baik-baik ya enggak apa-apa. Jangan ada opini people power sebagai bentuk tindakan kejahatan terhadap keamanan negara,” tegasnya.

Dia berpesan, selama bulan suci ramadan hendaknya masyarakat berperilaku santun, jujur dan tidak beperilaku inkonstitusional. Karena hakekatnya, kata Kiai Buchori, bulan ramadan adalah sebagai media latihan untuk menjadi insan yang jujur, istiqomah dan baik.

“Jadi lakukan gerakan yang tertib, yang bagus dan yang tidak melanggar aturan-aturan dan norma agama. Jangan sampai mengganggu ketertiban umum dan melanggar ketentuan hukum,” pungkasnya.

Seperti diketahui, pernyataan people power sebelumnya sempat digaungkan oleh aktivis senior yang juga Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais.

Pernyataan people power itu disampaikan Amien Rais sebagai ultimatum kalau Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan kecurangan dalam Pemilu 2019. (moh/ros)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *