Bawa Sabu 2,6 Kilogram, Warga Sampang Ditangkap di Bandara

  • Whatsapp
Osman Has, Warga Desa Ketapang, Sampang yang kedapatan membawa 2,6 kilogram sabu. foto/madurasatu

SIDOARJO – Seorang warga Sampang bernama Osman Has alias Somson warga Desa Ketapang, Sampang, Madura harus berurusan dengan polisi. Penyebabnya Somsom kedapatan membawa sabu-sabu seberat 2,625 gram.

Barang haram itu dibungkus empat kantong plastik dan tersimpan rapi dalam dua buah penyedot debu (vacuum cleaner) yang dibawanya, Senin (25/3/2019).

Read More

Osman Has adalah penumpang pesawat Air Asia rute Kuala Lumpur – Surabaya. Dia tiba di terminal kedatangan internasional Bandara Juanda, Surabaya, Senin siang sekitar pukul 11.00 WIB.

Kepala Kantor Bea Cukai Juanda Surabaya, Budi Harjanto mengatakan, kecurigaan pihaknya muncul karena penyedot debu sejenis sebenarnya banyak tersedia di Indonesia.

“Di sini kan banyak, kenapa harus jauh-jauh dibawa dari sana (Malaysia, red)? Nah, itu yang menjadi dasar kecurigaan teman-teman di lapangan,” katanya dalam keterangan pers yang digelar di aula Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai Juanda, Rabu (27/3/2019).

Menurutnya, penyelundupan narkoba dengan cara serupa sudah sering terjadi. Bahkan Bea Cukai Juanda juga pernah mengamankan narkoba di dalam penanak nasi (rice cooker) dan di dalam pengeras suara.

“Petugas pun melakukan pemeriksaan melalui monitor X-Ray. Kami juga mengamati, ada tidak yang menjemput? Setelah kami tunggu beberapa waktu, ternyata tidak ada yang menjemput, kami bawa ke ruang pemeriksaan, kami interview, sambil kami bongkar vacuum cleaner itu,” ujarnya.

Hasilnya kata Budi, petugas menemukan empat kantong plastik berisi butiran putih yang dipastikan sabu-sabu setelah melakukan uji laboratorium Bea Cukai BLBC II Surabaya.

Ditempat yang sama, Kepala BNNK Sidoarjo, AKBP Toni Sugiarto menuturkan, Osman Has mengaku barang haram itu adalah titipan dari salah seorang temanya di Malaysia dengan inisial AW. AW sendiri beralamat di Pulau Kangean, Sumenep, Madura.

“Tersangka Osman Has semula mengaku tidak tahu menahu soal barang haram itu. Tetapi setelah kita dalami lebih jauh berdasarkan rekam perjalanan PT Angkasa Pura I, dia sudah bolak-balik Malaysia-Surabaya sebanyak tiga kali,” tegasnya.

Toni mengatakan, BNNK Sidoarjo masih mendalami kasus ini. Ada dugaan, jaringan pengedar ini terkait dengan kasus sebelumnya, yang mana narkoba yang diamankan juga diketahui berasal dari Malaysia yang akan dikirim ke Madura.

“Kami masih mendalami. Ini (sabu-sabu) kan dari Selangor, Malaysia, mau dikirim ke Madura. Apa ada kaitannya dengan temuan sebelumnya, kami masih dalami,” ujarnya. (kln/ros)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *