28 Warga Sampang Tertahan di Wamena

  • Whatsapp

SAMPANG – Pemerintah Kabupaten Sampang mencatat, sedikitnya terdapat 28 warga asal Sampang, Madura yang tertahan akibat kerusuhan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua.

Bupati Sampang, Slamet Junaidi mengatakan saat ini warga Sampang yang tersisa di Wamena, Papua sebayak 28 orang.

Read More

“Sebenarnya jumlahnya 30 sekian, tapi beberapa orang bisa pulang sendiri,” ujarnya kepada wartawan.

Meski begitu Slamet memastikan, kondisi mereka baik-baik saja karena sudah diungsikan ke wilayah yang aman.

“Mereka berada di suatu paguyuban warga Jawa di sana, kami juga melakukan komunikasi, hasilnya mereka baik-baik saja,” kata Slamet Junaidi.

Dengan komitmen yang tinggi, kata Slamet, Pemkab Sampang berjanji akan memulangkan mereka secepatnya. Namun demikian, pihaknya mengimbau agar pihak keluarga yang berada di Sampang tetap bersabar mengingat kondisi armada yang kurang, sehingga proses evakuasi harus dilakukan secara bertahap dan bergantian.

“Kami tetap utamakan keselamatan mereka, saya juga sempat menitipkan mereka kepada teman-teman Bupati yang ada di Papua,” ujar mantan anggota DPR RI itu.

Seperti diketahui, dampak kerusuhan di Wamena, Papua, terus berkembang. Aksi unjuk rasa siswa di Kota Wamena, Papua, Senin (23/9/2019), berujung rusuh.

Demonstran bertindak anarkis hingga membakar rumah warga, kantor pemerintah, PLN, dan beberapa kios masyarakat. Dalam kerusuhan Wamena itu, ada beberapa korban dilaporkan meninggal dunia. Ratusan rumah penduduk juga dikabarkan rusak dan dibakar. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *